Informasi Harga-Harga Batu Bara

Posts tagged ‘harga acuan batubara’

Harga Batubara Juli 2012 Semakin Memanas

Di bulan Juli, harga batubara semakin memanas. Namun ini adalah kenaikan dan menunjukkan sentimen positif terhadap harga batubara bulan Juli 2012 ini. Harga batubara telah terjebak sekitar US $ 90 per barel. Juli 2012, Kamis (28/6) kontrak untuk pengiriman batubara, per ton, nilai US $ 89,90. Nilai 0,06 persen penutupan hari sebelumnya turun sedikit dari posisi.

Kemungkinan harga batubara untuk hambatan terakhir antara para pemimpin negara anggota Uni Eropa akan bertemu. Kanselir Jerman Angela Markel enggan setuju untuk memberikan rencana penyelamatan, spekulasi bahwa perilaku kenaikan harga blok batubara.

Prospek pertumbuhan ekonomi China akan batubara tergelincir kemudian, harga acuan adalah lambat. Produk pada pelaku pasar, sampai saat ini untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi, Cina sedang menunggu untuk agenda pemerintah.

Prospek ekonomi China akan menentukan arah dari batubara. Selain mesin utama dari situasi ekonomi global, negara Tembok Besar adalah pengguna terbesar di dunia batubara.

“Batubara merupakan komoditas energi, harga batubara dalam ekonomi global tergantung pada saat ekonomi global merosot, dan kemudian juga menjatuhkan harga batubara” Hai Kiswoyo Joe, Asia, kata para analis Kapitalindo masa depan.

Pergerakan harga batubara Kiswoyo, Cina dan Amerika Serikat (AS) dan menggunakan lebih sedikit dari industri batubara, menurut berhubngan, dalam beberapa tahun terakhir lambat. Hal ini murah mengingat harga batubara, tren penurunan klaim penggunaan adil.

Lemahnya minggu ini

Harga gas kembali lereng hal angkuh banyak yang Paman Sam. Amerika juga cadangan besar batu bara dan gas, Anda memilih untuk menggunakan, harga rendah dari ekspor batubara ke China miliki.

Banyak batu bara dan pasokan energi lain di Amerika Serikat di Australia, Indonesia, memotong permintaan barang. Secara keseluruhan, permintaan untuk lampu batubara, serta harga yang telah jatuh.

Harvest International berjangka analis, Ibrahim menambahkan, harga batubara, termasuk emas dan komoditas lainnya, bergerak bervariasi. Investor di bursa komoditas, ia masih Uni Eropa (UE) menduga bahwa ada keraguan tentang pertemuan tersebut. Harga dari produk ini akan tergelincir satu minggu. Ketika saya melihat sepuluh ribu catatan, Uni Eropa hari ini mengadakan pertemuan kemarin, harga batubara untuk Kamis lalu (28/6) untuk harga.

Uni Eropa (UE) untuk memenuhi respon positif telah melihat pasar mata uang. Ternyata, pemain memiliki produk reaksi yang sama mengambil. Selain itu, penurunan diharapkan dalam cadangan batubara AS.

Perkiraan Kiswoyo, harga batubara, Amerika Serikat cenderung untuk memperkuat selama bulan depan untuk $ 85 per ton dan US $ 95 per ton, telah mendukung perlawanan. Downward tren sekitar US $ 90-85 US $ harga perkiraan untuk minggu Kiswoyo tentang harga batubara Juli 2012.

Harga batubara Ibrahim cenderung meningkat bulan depan, setuju. Minggu ini, dia harga batubara cenderung turun dalam kisaran US $ 85,50 – US $ 89,50 mungkin terjadi. Bulan depan, US $ 90 per barel kisaran batubara cenderung menguat.

Iklan

Harga Acuan Batubara Indonesia Turun

Harga Batubara Acuan

Harga Jual Batubara Indonesia Menurun

Terjadi gejala penurunan harga batubara akhir-akhir dipengaruhi oleh keadaan krisis ekonomi global. Merosotnya harga batu bara bahkan berada pada level paling rendah dalam satu tahun terakhir ini di bursa Newcastle. Pada Senin (11 Juni 2012) penurunan terjadi sampai pada harga 86.7 USD/ton.

Di Indonesia, batubara ecocoal berkandungan 4.200 kkal sudah sangat menurun harganya selama 6 bulan terakhir, yaitu sekitar 34.2% penurunannya dibandingkan harga sebelumnya. Saat ini harga acuan batubara Indonesia untuk ecocoal 4.200 kilo kalori adalah 51.6 USD per ton.

Batu bara adalah komoditi ekspor yang sangat penting dan menjadi primadona andalan bagi Indonesia. Turunnya harga yang sangat signifikan ini juga berdampak pada penurunan harga saham perusahaan batubara di Bursa Efek Indonesia. Menurut Manajer Riset Indosurya Asset Management; Reza Priyambada, menurunnya harga jual batubara mempengaruhi kinerja emiten batubara. Hal ini menyebabkan harga saham ikut turun.

Chief Research Sinarmas Sekuritas, Jeff Tan berpendapat bahwa menurunnya harga batubara menyebabkan penurunan laba emiten yang cukup besar.

Fuganto Widjaja, Presdir PT Golden Mines Energy Tbk (GEMS), mengatakan bahwa pada saat ini belum bisa memperkirakan besarnya pendapatan dan laba bersih tahun ini. Sekalipun jumlah penjualan mampu ditingkatkan dua kali lipat, namun tidak bisa dipastikan bahwa pendapatan juga akan meningkat. Kondisi pasar ke depannya belum bisa ditentukan, demikian ujarnya.

Penjualan GEMS hingga bulan Juni ini mencapai 4 juta ton, mayoritas adalah batu bara 4.000-4.800 kilo kalori. Jumlah sebesar itu sudah hampir mencapai separuh dari target penjualan di tahun 2012 ini. India, Thailand, dan China adalah negara-negara mayorita yang menjadi konsumennya. Harga jualnya juga menurun jika dibanding harga rata-rata tahun lalu, saat ini harga rata-rata hanya 50 USD per ton.

Di lain tempat, Direktur PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Jenny Quantero menyatakan bahwa laba perusahaan akan sangat memungkinkan untuk turun dikarenakan harga jual yang semakin merosot. Namun sekalipun demikian beliau belum ada niat untuk mengubah target untuk tahun ini karena masih belum terlihat seberapa besar dampaknya terhadap margin penjualan.

US$ 94-US$ 96 per ton adalah harga jual yang diperkirakan oleh BYAN. Sedangkan target penjualan adalah sebesar 20 juta ton hingga 20,8 juta ton. BYAN sudah mencapai angka 4,1 juta ton untuk penjualan batubaranya pada kuartal I-2012 ini.

Direktur PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN), Kenneth Raymond Allan mengaku optimistis harga akan kembali naik di kuartal III dan IV tahun ini sekalipun penurunan di kuartal I mencapa 20%. Beliau memperkirakan harga jual rata-rata batubara BORN di tahun 2012 ini ada di angka US$ 210 – US$ 220 per ton. US$ 945 juta-US$ 990 juta adalah angka penjualan yang dapat diperkirakan akan diraih di tahun 2012 ini.

Reza menyatakan bahwa para investor saat ini lebih baik menghindar dahulu dari saham-saham dari sektor ini dikarenakan prospeknya yang masih belum bisa dipastikan dengan jelas. Namun dengan pembatalan rencana penerapan bea export batubara bisa menjadi sebuah sentimen positif bagi industri batubara sehingga kinerjanya tidak akan mengalamai penurunan.

Namun investor juga memiliki opsi untuk membeli saham secara bertahap jika sudah mempelajari prospeknya dengan baik. Dengan demikian investor akan berada dalam posisi aman sembari mengamati harga jual acuan batubara terkini. Tingginya aksi jual investor asing terhadap saham-saham batubara dari ADRO, BUMI, dan BORN mengisyaratkan pembelian saham perusahaan-perusahaan tersebut sebaiknya dihindari pada masa sekarang ini.