Informasi Harga-Harga Batu Bara

Posts tagged ‘harga batu bara terkini’

Harga Acuan Batubara Indonesia Turun

Harga Batubara Acuan

Harga Jual Batubara Indonesia Menurun

Terjadi gejala penurunan harga batubara akhir-akhir dipengaruhi oleh keadaan krisis ekonomi global. Merosotnya harga batu bara bahkan berada pada level paling rendah dalam satu tahun terakhir ini di bursa Newcastle. Pada Senin (11 Juni 2012) penurunan terjadi sampai pada harga 86.7 USD/ton.

Di Indonesia, batubara ecocoal berkandungan 4.200 kkal sudah sangat menurun harganya selama 6 bulan terakhir, yaitu sekitar 34.2% penurunannya dibandingkan harga sebelumnya. Saat ini harga acuan batubara Indonesia untuk ecocoal 4.200 kilo kalori adalah 51.6 USD per ton.

Batu bara adalah komoditi ekspor yang sangat penting dan menjadi primadona andalan bagi Indonesia. Turunnya harga yang sangat signifikan ini juga berdampak pada penurunan harga saham perusahaan batubara di Bursa Efek Indonesia. Menurut Manajer Riset Indosurya Asset Management; Reza Priyambada, menurunnya harga jual batubara mempengaruhi kinerja emiten batubara. Hal ini menyebabkan harga saham ikut turun.

Chief Research Sinarmas Sekuritas, Jeff Tan berpendapat bahwa menurunnya harga batubara menyebabkan penurunan laba emiten yang cukup besar.

Fuganto Widjaja, Presdir PT Golden Mines Energy Tbk (GEMS), mengatakan bahwa pada saat ini belum bisa memperkirakan besarnya pendapatan dan laba bersih tahun ini. Sekalipun jumlah penjualan mampu ditingkatkan dua kali lipat, namun tidak bisa dipastikan bahwa pendapatan juga akan meningkat. Kondisi pasar ke depannya belum bisa ditentukan, demikian ujarnya.

Penjualan GEMS hingga bulan Juni ini mencapai 4 juta ton, mayoritas adalah batu bara 4.000-4.800 kilo kalori. Jumlah sebesar itu sudah hampir mencapai separuh dari target penjualan di tahun 2012 ini. India, Thailand, dan China adalah negara-negara mayorita yang menjadi konsumennya. Harga jualnya juga menurun jika dibanding harga rata-rata tahun lalu, saat ini harga rata-rata hanya 50 USD per ton.

Di lain tempat, Direktur PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Jenny Quantero menyatakan bahwa laba perusahaan akan sangat memungkinkan untuk turun dikarenakan harga jual yang semakin merosot. Namun sekalipun demikian beliau belum ada niat untuk mengubah target untuk tahun ini karena masih belum terlihat seberapa besar dampaknya terhadap margin penjualan.

US$ 94-US$ 96 per ton adalah harga jual yang diperkirakan oleh BYAN. Sedangkan target penjualan adalah sebesar 20 juta ton hingga 20,8 juta ton. BYAN sudah mencapai angka 4,1 juta ton untuk penjualan batubaranya pada kuartal I-2012 ini.

Direktur PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN), Kenneth Raymond Allan mengaku optimistis harga akan kembali naik di kuartal III dan IV tahun ini sekalipun penurunan di kuartal I mencapa 20%. Beliau memperkirakan harga jual rata-rata batubara BORN di tahun 2012 ini ada di angka US$ 210 – US$ 220 per ton. US$ 945 juta-US$ 990 juta adalah angka penjualan yang dapat diperkirakan akan diraih di tahun 2012 ini.

Reza menyatakan bahwa para investor saat ini lebih baik menghindar dahulu dari saham-saham dari sektor ini dikarenakan prospeknya yang masih belum bisa dipastikan dengan jelas. Namun dengan pembatalan rencana penerapan bea export batubara bisa menjadi sebuah sentimen positif bagi industri batubara sehingga kinerjanya tidak akan mengalamai penurunan.

Namun investor juga memiliki opsi untuk membeli saham secara bertahap jika sudah mempelajari prospeknya dengan baik. Dengan demikian investor akan berada dalam posisi aman sembari mengamati harga jual acuan batubara terkini. Tingginya aksi jual investor asing terhadap saham-saham batubara dari ADRO, BUMI, dan BORN mengisyaratkan pembelian saham perusahaan-perusahaan tersebut sebaiknya dihindari pada masa sekarang ini.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.